Hidronefrosis adalah kondisi ketika ginjal membengkak karena aliran urine terhambat, sehingga cairan menumpuk dan memberi tekanan pada jaringan ginjal. Masalah ini bisa terjadi akibat batu ginjal, penyempitan saluran kemih, infeksi, hingga pembesaran prostat pada pria.
Sebagian orang mungkin merasakan nyeri pinggang, sering kencing, atau urine berubah warna, tetapi ada juga yang tidak merasakan keluhan sama sekali sampai kondisinya cukup parah. Jika dibiarkan, hidronefrosis dapat merusak fungsi ginjal dan memicu komplikasi serius.
Karena itu, penting untuk mengenal penyebab, gejala, dan cara mengatasinya sejak dini agar kerusakan ginjal dapat dicegah. Simak pembahasan lengkapnya di bawah ini.
Apa Itu Hidronefrosis dan Bagaimana Terjadi?
Hidronefrosis adalah pembengkakan ginjal yang terjadi akibat penumpukan urine di dalam sistem pengumpul ginjal atau pelvis ginjal. Urine yang seharusnya mengalir melalui saluran urine menuju kandung kemih menjadi terhambat sehingga ginjal mengalami tekanan dan membesar.
Kondisi ini dapat terjadi pada salah satu ginjal atau kedua ginjal. Bila hanya terjadi pada satu ginjal, disebut hidronefrosis unilateral, sedangkan bila melibatkan dua ginjal dikenal sebagai hidronefrosis bilateral. Pada kondisi tertentu, pembengkakan tidak hanya terjadi di ginjal, tetapi juga membuat ureter ikut melebar sehingga disebut hydronephrosis and hydroureter.
Pada beberapa kasus, pembengkakan ginjal sudah dapat terlihat sejak kandungan, disebut hidronefrosis antenatal, dan dapat berlanjut menjadi hidronefrosis pada bayi baru lahir. [1]
Penyebab Hidronefrosis Akibat Sumbatan Saluran Kemih
Hidronefrosis paling sering terjadi akibat adanya penyumbatan yang menghambat aliran urine dari ginjal ke kandung kemih atau menyebabkan urine kembali mengalir ke ginjal (refluks). Beberapa penyebab hidronefrosis yang umum antara lain:
- Batu ginjal
Batu yang terbentuk di ginjal atau ureter dapat menyumbat saluran sehingga urine terhambat dan menumpuk di dalam ginjal. Kondisi ini bisa tiba-tiba menyebabkan nyeri hebat. - Pembesaran prostat / kelenjar prostat
Pada pria, pembesaran prostat dapat menekan uretra dan membuat aliran urine lemah, sehingga urine sulit keluar dan akhirnya memengaruhi ginjal. - Infeksi saluran kemih
Infeksi dapat menyebabkan peradangan, pembengkakan jaringan, dan mengganggu kelancaran aliran urine. - Jaringan parut
Parut pada ginjal, ureter, atau saluran kemih akibat operasi, trauma, atau infeksi dapat menghambat aliran urine. - Tumor
Pada ginjal, ureter, atau kandung kemih dapat menghambat aliran normal urine. - Kehamilan
Rahim yang membesar dapat menekan ureter sehingga menyebabkan hidronefrosis sementara.
Pada pembahasan medis mengenai hidronefrosis pada orang dewasa (of hydronephrosis in adults) dan tinjauan klinisnya (an overview of hydronephrosis in adults), kondisi ini umumnya dikaitkan dengan gangguan struktural saluran kemih, batu ginjal, serta masalah prostat sebagai penyebab utamanya. [2]
Tanda dan Gejala Hidronefrosis yang Perlu Diwaspadai

Gejala hidronefrosis dapat berbeda pada setiap pasien, tergantung tingkat keparahan dan penyebabnya. Pada hidronefrosis ringan, pasien mungkin tidak merasakan gejala dan baru terdeteksi saat pemeriksaan USG. Namun, pada kondisi lebih berat, gejala biasanya mulai muncul, seperti:
- Nyeri pinggang atau punggung, bisa menjalar ke perut atau selangkangan
- Nyeri saat buang air kecil
- Urine berwarna gelap, keruh, atau berbau
- Gejala infeksi saluran kemih seperti demam, menggigil, dan nyeri buang air kecil
- Kandung kemih terasa penuh namun urine sulit keluar
- Pada kondisi berat, ginjal dapat mengalami gangguan fungsi
Pada bayi dan anak, hidronefrosis sering ditemukan melalui pemeriksaan kehamilan atau setelah lahir. Kondisi ini tetap perlu perhatian karena dapat memengaruhi fungsi ginjal di kemudian hari.
Segera temui dokter jika muncul tanda dan gejala tersebut, terutama jika disertai demam, nyeri hebat, atau tidak bisa buang air kecil.
Diagnosis Hidronefrosis
Untuk memastikan hidronefrosis, dokter akan melakukan:
Pemeriksaan Fisik & Anamnesis
Dokter akan menanyakan gejala yang dialami, riwayat penyakit, kemungkinan memiliki batu ginjal, atau masalah prostat. Pemeriksaan perut dan pinggang dilakukan untuk menilai tanda pembengkakan ginjal.
Pemeriksaan Penunjang
- USG untuk melihat apakah ginjal mengalami pembengkakan
- Pemeriksaan urine untuk mendeteksi infeksi
- Pemeriksaan darah untuk menilai fungsi ginjal
- Pemeriksaan tambahan seperti CT scan bila diperlukan
Diagnosis yang tepat sangat penting agar penanganan hidronefrosis dapat disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahannya.
Penanganan Hidronefrosis
Penanganan hidronefrosis bertujuan untuk mengatasi kondisi penyebabnya dan mengembalikan aliran urine ke kandung kemih agar ginjal tidak mengalami tekanan berkepanjangan. Penanganan dilakukan sesuai penyebab:
- Antibiotik untuk mengatasi infeksi saluran kemih
- Terapi untuk mengatasi hidronefrosis yang disebabkan batu ginjal, termasuk prosedur penghancuran batu
- Penanganan pembesaran prostat sesuai standar medis
- Prosedur operasi jika terdapat tumor atau penyumbatan struktural serius
- Perawatan di hospital pada kondisi berat
Dengan penanganan tepat, sebagian besar penderita hidronefrosis dapat pulih dan mencegah kerusakan ginjal permanen.
Risiko Jika Tidak Ditangani
Jika dibiarkan, hidronefrosis dapat menyebabkan masalah serius, termasuk risiko komplikasi batu ginjal, kerusakan jaringan karena infeksi, hingga meningkatnya kemungkinan terjadinya gagal ginjal yang secara permanen memengaruhi fungsi tubuh. [3]
Kapan Harus ke Dokter?
Segera hubungi dokter jika mengalami:
- Nyeri hebat di pinggang atau perut
- Demam disertai gejala infeksi
- Sulit buang air kecil atau urine sangat sedikit
- Muncul gejala hidronefrosis atau curiga mengalami penyumbatan saluran kemih
Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang mencegah kerusakan ginjal.
Kesimpulan
Hidronefrosis adalah penyakit pembengkakan ginjal yang terjadi ketika urine terhambat dan tidak bisa mengalir normal menuju kandung kemih. Kondisi ini dapat disebabkan oleh batu ginjal, pembesaran prostat, infeksi, jaringan parut, kehamilan, hingga gangguan struktural. Jika tidak ditangani, hidronefrosis dapat menyebabkan kerusakan ginjal, bahkan menyebabkan gagal ginjal.
Diagnosis melalui pemeriksaan fisik, USG, dan pemeriksaan medis lainnya sangat penting untuk menentukan penanganan yang tepat. Penanganan hidronefrosis disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahannya, mulai dari obat, prosedur medis, hingga operasi bila diperlukan.
Melalui layanan profesional dan komprehensif, Urology Expert mendampingi pasien memahami kondisi kesehatan ginjal secara menyeluruh dan memperoleh perawatan yang aman sesuai standar medis.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
- Apakah hidronefrosis selalu menimbulkan gejala atau bisa tanpa keluhan?
Tidak selalu bergejala. Pada hidronefrosis ringan, pembengkakan ginjal bisa terjadi tanpa keluhan dan baru terdeteksi melalui pemeriksaan seperti USG. Gejala biasanya muncul saat penyumbatan semakin berat, misalnya nyeri pinggang, perubahan urine, atau tanda infeksi.
- Apakah hidronefrosis bisa muncul tiba-tiba atau berkembang perlahan?
Bisa keduanya. Hidronefrosis dapat muncul tiba-tiba bila penyumbatan terjadi akut, seperti batu ginjal yang tersangkut. Namun, dapat juga berkembang perlahan akibat pembesaran prostat atau gangguan struktural yang berlangsung lama.
- Apakah hidronefrosis bisa kambuh lagi setelah diobati?
Bisa. Hidronefrosis berisiko kambuh bila penyebab utamanya, seperti batu ginjal, pembesaran prostat, atau infeksi saluran kemih, tidak ditangani tuntas atau kembali muncul. Kontrol rutin dan penanganan penyebab sangat penting.
- Apakah hidronefrosis memengaruhi satu ginjal saja atau bisa keduanya?
Hidronefrosis dapat terjadi pada satu ginjal (unilateral) atau kedua ginjal sekaligus (bilateral), tergantung lokasi penyumbatan dan kondisi saluran kemih.
- Apakah penderita hidronefrosis boleh menunda pengobatan jika gejala ringan?
Tidak disarankan. Meski gejala ringan, hidronefrosis tetap bisa menyebabkan gangguan fungsi ginjal atau kerusakan permanen bila dibiarkan. Evaluasi medis tetap diperlukan untuk memastikan kondisi aman.
Referensi
Berikut adalah beberapa artikel ilmiah dan jurnal yang membahas hidronefrosis, penyebab sumbatan saluran kemih, serta risiko komplikasi yang dapat terjadi:
- Hydronephrosis and Hydroureter – StatPearls (NCBI) membahas definisi hidronefrosis, mekanisme terjadinya pembengkakan ginjal akibat penumpukan urine, perbedaan hidronefrosis unilateral dan bilateral, hingga kaitannya dengan hydroureter, serta dampaknya terhadap fungsi ginjal jika tidak ditangani. [1]
- Obstructive Uropathy: Pathogenesis, Diagnosis and Management – NCBI / PubMed mengulas secara mendalam penyebab penyumbatan saluran kemih, termasuk batu ginjal, pembesaran prostat, infeksi, jaringan parut, dan tumor. Artikel ini juga membahas bagaimana sumbatan dapat memicu hidronefrosis dan kerusakan ginjal progresif. [2]
- Hydronephrosis and Hydroureter – World Journal of Nephrology & Urology menjelaskan dampak jangka panjang hidronefrosis, risiko kerusakan ginjal permanen, hingga kemungkinan berkembang menjadi gagal ginjal jika tidak ditangani segera, serta menekankan pentingnya diagnosis dan penanganan dini. [3]
Referensi
- https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK558921/?
- https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK563217/?
- https://wjnu.org/index.php/wjnu/article/view/154/99?


