Cara pengobatan batu ginjal dengan laser kini bisa menjadi salah satu pilihan agar batu yang terbentuk di ginjal ini tak lagi menimbulkan masalah di kemudian hari.
Pengobatan batu ginjal mungkin bergantung pada ukuran besar kecilnya batu dan lokasi. Endapan padat layaknya batu ini tidak hanya menempati ginjal. Tetapi juga bisa bersarang di sepanjang saluran air kemih atau urine. Bisa di saluran pembawa urine dari ginjal ke kandung kemih (ureter), bisa juga ada di kandung kemih itu sendiri (organ penampung urine) dan juga bisa di saluran pembawa urine agar bisa keluar dari tubuh (uretra).
Jadi tak hanya berdiam di satu tempat, tetapi bisaberpindah-pindah. Kalau saja masih berukuran kecil, mungkin tidak mengakibatkan gejala. Tetapi kalau sudah berukuran besar, saat berpindah kemungkinan bisa tersangkut sehingga mengakibatkan nyeri akibat mengiritasi area tersebut. Bila hal ini terjadi, maka kemungkinan batu ginjal perlu diatasi dengan tindakan terkini yakni laser.
Teknologi laser kini juga sudah ada di bidang urologi Indonesia. Laser merupakan singkatan dari Light Amplification by Stimulated Emission of Radiation yang juga sudah lama berkembang di bidang kedokteran lainnya. Kini laser batu ginjal bisa menjadi opsi penyelamat organ penting ini.
Apa Batu Ginjal Itu Berbahaya?
Saat batu ginjal atau istilah medisnya nefrolitiasis ini menyumbat saluran kemih atau ginjal, bila dibiarkan lama kelamaan dapat menyebabkan fungsi atau kerja ginjal akan terganggu. Gagal ginjal kemungkinan menjadi permasalahan yang serius dan perlu penanganan yang lebih lanjut. Bahkan bila sudah tidak mampu menyaring lagi, perlu diatasi dengan tindakan hemodialisa hingga transplantasi ginjal.
Penyebab Batu Ginjal
Tingginya kadar kalsium, asam oksalat, fosfor atau makanan yang tinggi purin, lama kelamaan akan membentuk kristal, memadat layaknya batu, yang suatu saat akan menumpuk. Kurangnya asupan air putih, minum obat-obatan dan kondisi medis tertentu bisa menyebabkan terbentuknya batu.
Gejala batu ginjal yang bisa muncul antara lain nyeri di area punggung bawah. Kadang terasa menjalar dari bagian pinggang sampai selangkangan. Saat berkemih kadang juga terasa nyeri.
Warna urine juga bisa berubah karena terkandung darah, sehingga warnanya bisa merah, atau merah muda, kecoklatan. Demam dan mual juga kadang bisa muncul.
Cara Pengobatan Batu Ginjal dengan Laser
Uroteroskopi (URS) laser bisa menjadi salah satu pilihan atau anjuran dokter, setelah mengevaluasi gejala dan hasil MRI, CT scan atau pemeriksaan urine, yang hasilnya menunjukkan kemungkinan adanya batu yang bersarang di ginjal.
Dokter akan menggunakan alat canggih yang disebut ureteroskop semacam alat endoskopi dengan lensa di ujungnya, ke dalam saluran kemih melalui kandung kemih dan ureter. Saat batu terlihat, sinar laser atau gelombang kejut akan dibidikkan untuk memecah batu menjadi lebih kecil sehingga dapat keluar sendiri saat berkemih.
Ukuran batu yang bisa diatasi dengan URS sebagai salah satu cara pengobatan batu ginjal dengan laser, adalah batu dengan ukuran yang tidak besar. Metode minimal invasif tanpa sayatan ini membuat waktu pemulihan menjadi lebih cepat.
Laser batu ginjal ini bisa menjadi salah satu solusi untuk mengatasi batu yang bersarang di ginjal. Namun untuk menentukan pengobatan batu ginjal yang sesuai dengan kondisi pasien, dokter perlu melakukan serangkaian pemeriksaan terlebih dahulu.
Bila memiliki riwayat obstruksi saluran kemih dan batu ginjalnya berukuran sangat besar, sebaiknya tidak dilakukan tindakan URS ini. Wanita hamil, berat badan berlebihan atau memiliki masalah terkait pembekuan darah, bisa menjalani URS.
Biasanya dokter akan menggunakan ureteroskopi ini sebagai alat mengeluarkan batu berukuran kecil sampai sedang, yang berada di saluran kemih. Kalau saja batu ginjal berada dalam ginjal, dapat diatasi dengan ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy).
Profil Singkat :
Dr. Andika Afriansyah, SpU, Sub.SpFFN(K), MARS, FICS adalah seorang Subspesialis Urologi Perempuan dan Neurourologi di Urology Expert Medical Center. Dengan pengalaman mendalam dalam pengobatan gangguan berkemih, termasuk prostatitis kronik dan tindakan minimal invasif pada batu ginjal, Dr. Andika juga aktif dalam penelitian dan edukasi kesehatan. Beliau memiliki sertifikasi internasional dan merupakan anggota berbagai organisasi profesi, seperti Ikatan Ahli Urologi Indonesia dan International Continence Society. Melalui akun media sosialnya, Dr. Andika berbagi pengetahuan dan informasi terkait kesehatan urologi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.