Mengapa Perlu Memahami Frekuensi Kencing yang Tidak Normal?

Frekuensi buang air kecil yang tidak normal sering kali menjadi sinyal dari kondisi medis tertentu. Buang air kecil adalah proses penting yang dilakukan oleh ginjal untuk membuang limbah dan menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. Namun, perubahan frekuensi buang air kecil dalam sehari bisa mengindikasikan adanya gangguan kesehatan, seperti batu ginjal atau infeksi saluran kemih (ISK).
Berapa Frekuensi Buang Air Kecil yang Normal dalam Sehari?
Normalnya buang air kecil adalah 4–8 kali sehari. Namun, jumlah ini bisa berbeda tergantung pada asupan cairan, konsumsi makanan atau minuman tertentu, dan kondisi kesehatan individu.
- Asupan cairan yang tinggi, terutama dari air putih, akan meningkatkan frekuensi buang air.
- Makanan dan minuman seperti yang mengandung kafein, alkohol, atau tinggi garam bisa meningkatkan dorongan buang air kecil.
- Kondisi medis, seperti diabetes, kehamilan, atau pembesaran prostat juga dapat menyebabkan perubahan frekuensi kencing.
Tanda Frekuensi Kencing yang Tidak Normal
Beberapa ciri frekuensi buang air kecil yang tidak normal meliputi:
- Terlalu sering kencing meskipun hanya sedikit cairan yang diminum.
- Buang air kecil disertai sensasi terbakar, nyeri saat buang air, atau urine berbau menyengat.
- Terbangun di malam hari untuk buang air lebih dari sekali (nokturia).
- Urine yang dikeluarkan sangat sedikit atau terasa tidak tuntas.
Baca juga: Apakah Sering Buang Air Kecil di Malam Hari Bisa Jadi Gejala Pembesaran Prostat?
Hubungan dengan Batu Ginjal
Batu ginjal sering kali menjadi penyebab frekuensi kencing yang tidak normal. Batu ginjal dapat mengiritasi kandung kemih, sehingga menimbulkan dorongan buang air terus-menerus. Gejala lain meliputi:
- Nyeri punggung atau panggul.
- Darah dalam urine.
- Demam jika disertai infeksi.
Penyebab Frekuensi Kencing yang Tidak Normal
@theurologyexpert Jangan abaikan kesehatan saluran kemihmu! Jika mengalami gejala seperti di atas, segera periksakan diri dengan dokter. Deteksi dini adalah kunci untuk mencegah komplikasi.💧 Yuk,diskusikan lebih lanjut dengan dokter urologi kami 💡 Ada pertanyaan atau keluhan? Diskusi online GRATIS via Google Meet langsung dengan dokter spesialis kami! Klik link di bio untuk booking sekarang dan rasakan solusi yang mudah dan nyaman! 💻👨⚕👩⚕ #KesehatanSaluranKemih #CegahISK #Urologi #InfeksiSaluranKemih #ISK ♬ original sound – Urology Expert
- Batu Ginjal
Pembentukan batu akibat penumpukan cairan dalam tubuh dapat menyumbat aliran urine, menyebabkan frekuensi kencing terganggu. - Infeksi Saluran Kemih (ISK)
ISK ditandai oleh sensasi terbakar saat buang air kecil dan dorongan buang air yang sering. - Pembesaran Prostat
Pada pria, prostat yang membesar dapat menekan uretra, sehingga kandung kemih berkontraksi lebih sering. - Kondisi Medis Lainnya
Penyakit seperti diabetes, hipertensi, atau gangguan pada otot kandung kemih juga dapat memengaruhi volume urine.
Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?
Jika Anda mengalami gejala frekuensi kencing yang tidak normal selama beberapa hari, segera berkonsultasi dengan dokter terkait, terutama jika disertai:
- Darah dalam urine.
- Nyeri hebat di panggul atau punggung.
- Demam tinggi.
Solusi Diagnosa dan Pengobatan
Urology Expert adalah klinik spesialis urologi yang menyediakan layanan diagnosa dan pengobatan untuk berbagai masalah kesehatan urologi. Diagnosa dilakukan dengan teknologi modern seperti USG atau CT Scan.
Urology Expert menawarkan pendekatan holistik dengan tim dokter berpengalaman dan teknologi medis terkini yang tidak kalah dengan layanan klinik di luar negeri seperti Singapura dan Malaysia.
Baca juga: Pentingnya Kebersihan untuk Mencegah Infeksi Saluran Kemih
Cara Mencegah Frekuensi Kencing Tidak Normal

- Minum air putih sebanyak 2–3 liter setiap hari.
- Menghindari makanan tinggi garam, gula, atau pemanis buatan.
- Melatih otot kandung kemih dengan senam kegel untuk mencegah kandung kemih overaktif.
Baca juga: Apa Saja Gejala Kandung Kemih Overaktif?
Kesimpulan
Frekuensi buang air kecil yang tidak normal bisa menjadi tanda masalah serius seperti batu ginjal atau ISK. Jangan abaikan gejala yang Anda alami, dan segera periksakan diri ke dokter. Klinik Urology Expert siap membantu dengan teknologi canggih dan tim medis berpengalaman.
Jangan tunda lebih lama, jadwalkan konsultasi sekarang untuk mengatasi masalah Anda!
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Frekuensi Kencing Tidak Normal
Referensi
Berikut adalah artikel jurnal yang membahas arti frekuensi berkemih yang tidak normal:
- Ureter Melebar: Peningkatan frekuensi berkemih dapat merupakan gejala ureter melebar, yang dapat disebabkan oleh sumbatan atau masalah bawaan/akut[1].
- Uretra Ganda (pada wanita): Peningkatan frekuensi buang air kecil diurnal dapat menjadi gejala uretra ganda, suatu malformasi urogenital yang jarang terjadi[2].
- Kehamilan: Peningkatan frekuensi buang air kecil adalah keluhan umum di antara wanita hamil[4].
- Studi Aroma Vanilla: Satu studi mengeksplorasi apakah menghirup vanili dapat mengurangi frekuensi buang air kecil pada tikus[6].
- Pendarahan Uterus Abnormal (AUB): Sistem FIGO 1 mendefinisikan pola perdarahan menggunakan empat deskriptor utama: frekuensi, durasi, keteraturan, dan volume aliran[7].
Sumber-sumber ini menunjukkan bahwa frekuensi kemih yang tidak normal dapat menjadi gejala dari berbagai kondisi yang mendasari, mulai dari kelainan anatomis hingga kehamilan[1][2][4].
[1] https://www.semanticscholar.org/paper/99a2bbcf2b53757a15ddcfa0dbb6d82d9150ccb6 [2] https://www.semanticscholar.org/paper/d5663b485055bd827fded2dbf86bcb99866d6d57 [3] https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/28009406/ [4] https://www.semanticscholar.org/paper/ab73d5fd1e83b44b73ad4540bfcc0d3ebe6a5d7e [5] https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/36177504/ [6] https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/32871621/ [7] https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC10952771/ [8] https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5588203
Profil Singkat :
Dr. Adianti Khadijah, SpU adalah seorang spesialis urologi yang memiliki keahlian mendalam dalam berbagai bidang urologi, terutama dalam endoskopi urologi dan perawatan kesehatan urologi untuk perempuan. Dengan pengalaman yang sangat luas dalam melakukan tindakan minimal invasif, beliau telah menangani berbagai kasus batu ginjal serta gangguan saluran kemih yang kompleks. Setelah menyelesaikan pendidikan spesialis di Universitas Indonesia pada tahun 2013, Dr. Adianti melanjutkan pelatihan internasional melalui Endourology Fellowship di Cottolengo Hospital, Turin, Italy, di mana ia mendapatkan pengetahuan dan keterampilan tambahan yang sangat berharga. Sebagai anggota aktif dalam Ikatan Ahli Urologi Indonesia serta beberapa organisasi internasional lainnya, Dr. Adianti berkomitmen untuk terus meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang kesehatan urologi, dengan harapan dapat memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kualitas hidup pasiennya.