Benarkah Lingkungan Bisa Mempengaruhi Risiko Batu Ginjal?
Batu ginjal adalah penyakit yang terjadi akibat terbentuknya batu di dalam ginjal yang menyumbat saluran kemih. Kondisi ini sering menyebabkan nyeri hebat pada penderitanya. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa lingkungan, terutama suhu dan kualitas air, dapat meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal.
Pada wilayah dengan cuaca panas, penderita batu ginjal lebih banyak ditemukan dibandingkan di daerah yang lebih sejuk. Apakah suhu, polusi, dan kebiasaan hidup benar-benar memengaruhi kesehatan ginjal? Simak penjelasannya berikut ini!
Faktor Lingkungan yang Berkontribusi terhadap Batu Ginjal

1. Cuaca Panas dan Dehidrasi
Salah satu penyebab utama batu ginjal adalah dehidrasi. Ketika suhu meningkat, tubuh kehilangan lebih banyak cairan melalui keringat. Hal ini menyebabkan penurunan volume urine, sehingga mineral dan garam lebih mudah mengendap dan membentuk batu ginjal.
Beberapa penelitian dalam Journal of Urology menunjukkan bahwa risiko batu ginjal meningkat pada wilayah dengan suhu tinggi, seperti Timur Tengah dan Asia Selatan. Oleh karena itu, menjaga asupan cairan sangat penting untuk mencegah terbentuknya batu ginjal.
2. Polusi Udara dan Kesehatan Ginjal
Polusi udara tidak hanya berdampak pada paru-paru tetapi juga pada ginjal. Paparan polutan dapat menyebabkan peradangan yang mempercepat pembentukan batu ginjal. Beberapa zat kimia dalam polusi udara bahkan dapat merusak fungsi ginjal dan meningkatkan risiko gagal ginjal.
3. Kualitas Air Minum dan Kandungan Mineral
Air minum yang mengandung mineral tinggi, seperti kalsium dan oksalat, bisa meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal. Air sadah (hard water) yang mengandung kadar mineral tinggi dapat menyebabkan endapan di ginjal, terutama jika konsumsi air tidak cukup untuk melarutkan zat-zat tersebut.
Baca juga: Waspada Penyebab Batu Ginjal, Gejala, dan Cara Pengobatannya
Cara Cuaca Panas Meningkatkan Risiko Batu Ginjal
1. Efek Dehidrasi terhadap Konsentrasi Urine
Saat tubuh mengalami dehidrasi, urine menjadi lebih pekat dan mengandung lebih banyak kalsium, oksalat, dan asam urat. Konsentrasi zat-zat ini dapat memicu pembentukan batu ginjal.
2. Perubahan Pola Hidrasi di Wilayah Beriklim Panas
Banyak orang yang tinggal di daerah panas kurang sadar akan pentingnya menjaga hidrasi. Konsumsi minuman manis dan berkafein sering kali menggantikan air putih, padahal jenis minuman ini bisa meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal.
3. Aktivitas Fisik dan Risiko Batu Ginjal
Pekerja lapangan dan atlet yang sering terpapar suhu tinggi berisiko lebih tinggi mengalami batu ginjal jika tidak menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. Mereka harus meningkatkan konsumsi air agar ginjal tetap berfungsi dengan baik.
Baca juga: Kenapa Minum Air Putih Banyak Dapat Mencegah Batu Ginjal?
Siapa yang Paling Berisiko?

- Orang yang tinggal di daerah tropis atau gurun.
- Pekerja lapangan yang sering terpapar panas seperti buruh konstruksi dan petani.
- Individu dengan riwayat keluarga penderita batu ginjal.
- Orang yang kurang minum air putih dan lebih sering mengonsumsi minuman tinggi oksalat seperti teh hitam dan soda.
Pencegahan Batu Ginjal di Lingkungan Panas
@theurologyexpert Mencegah lebih baik daripada mengobati! Bener banget kan? Untuk mencegah batu ginjal, kamu bisa mulai dari hal-hal kecil seperti rajin minum air putih, olahraga, dan makan makanan sehat. Dengan menjaga kesehatan ginjal sejak dini, kamu bisa terhindar dari berbagai masalah kesehatan di kemudian hari. Yuk, sama-sama kita jaga kesehatan ginjal. #UrologyExpert #BatuGinjal #KesehatanGinjal #UrologiJakarta #TimDokter ♬ original sound – Urology Expert
1. Strategi Hidrasi yang Tepat
- Minum setidaknya 2,5–3 liter air setiap hari.
- Pilih air putih daripada minuman berkafein atau manis.
- Konsumsi buah-buahan yang kaya air seperti semangka dan mentimun.
2. Pola Makan untuk Mencegah Batu Ginjal
- Hindari makanan tinggi oksalat, seperti bayam dan cokelat.
- Kurangi konsumsi garam dan protein berlebihan, karena dapat meningkatkan kadar kalsium dalam urine.
- Pastikan asupan kalsium yang cukup untuk mengurangi penyerapan oksalat di usus.
3. Pemeriksaan Rutin untuk Deteksi Dini
Jika Anda tinggal di daerah dengan suhu tinggi atau memiliki faktor risiko batu ginjal, lakukan pemeriksaan kesehatan ginjal secara berkala. Tes urine dan USG ginjal dapat membantu mendeteksi adanya batu sebelum menimbulkan gejala yang parah.
Baca juga: Makanan yang Harus Dihindari untuk Cegah Batu Ginjal
Bagaimana Urology Expert Dapat Membantu?
1. Layanan Diagnostik dan Pengobatan Batu Ginjal
- Analisis urine dan tes darah untuk mengevaluasi faktor risiko batu ginjal.
- USG dan CT scan untuk melihat ukuran dan lokasi batu ginjal.
- Tindakan medis modern seperti ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy), ureteroskopi, dan PCNL untuk menghilangkan batu ginjal tanpa operasi besar.
2. Konsultasi Pencegahan yang Personal
- Program pencegahan yang disesuaikan dengan kondisi pasien.
- Rekomendasi diet dan pola hidrasi untuk mencegah terbentuknya batu ginjal.
- Pendekatan holistik dengan dukungan dokter spesialis urologi dan teknologi medis terkini.
Kesimpulan
Lingkungan memang berpengaruh terhadap risiko pembentukan batu ginjal. Cuaca panas, polusi udara, dan kualitas air minum dapat meningkatkan kemungkinan terbentuknya batu ginjal, terutama bagi Anda yang kurang menjaga hidrasi dan pola makan.
Untuk mencegah penyakit batu ginjal, pastikan Anda cukup minum air, menghindari makanan tinggi oksalat, dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan ginjal. Jika mengalami gejala seperti nyeri pinggang hebat atau urine keruh, segera berkonsultasi dengan dokter spesialis urologi.
Jangan tunggu sampai terlambat! Jadwalkan konsultasi dengan dokter spesialis urologi di Urology Expert sekarang juga!
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Lingkungan dan Batu Ginjal
Referensi
Berikut artikel jurnal yang membahas tentang lingkungan dan cuaca dapat meningkatkan risiko batu ginjal:
Faktor lingkungan dan cuaca dapat meningkatkan risiko batu ginjal[6][7].
- Faktor lingkungan: Populasi suku Maya dan Mestizo di Yucatan memiliki peningkatan risiko urolitiasis karena faktor risiko lingkungan, genetik, metabolisme, dan gaya hidup[6]. Selain itu, sebuah penelitian di Kanada menemukan korelasi antara kejadian nefrolitiasis dan faktor risiko lingkungan seperti panas kerja dan paparan logam berat, serta suhu musiman sekitar[2].
- Cuaca dan iklim: Sebuah tinjauan menunjukkan bahwa faktor diet, bersama dengan kondisi lingkungan dan iklim, dapat berkontribusi pada tingkat prevalensi penyakit batu ginjal yang lebih tinggi di timur laut India[7]. Provinsi yang berada di lintang rendah memiliki suhu rata-rata yang lebih tinggi secara keseluruhan, yang mungkin berhubungan dengan pembentukan batu ginjal[2].
[1] https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC8499392/ [2] https://www.semanticscholar.org/paper/014095adcbbe006f9845be983dd0dc9c2d9d7fa0 [3] https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC10711275/ [4] https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/36780886/ [5] https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC10768761/ [6] https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC10766477/ [7] https://www.semanticscholar.org/paper/c0b917bc3835d2f0830a018e02bbadbee7c5545a [8] https://www.semanticscholar.org/paper/f9394202604946533de39f52467d3d8f8b1a8691
Profil Singkat :
Dr. Andika Afriansyah, SpU, Sub.SpFFN(K), MARS, FICS adalah seorang Subspesialis Urologi Perempuan dan Neurourologi di Urology Expert Medical Center. Dengan pengalaman mendalam dalam pengobatan gangguan berkemih, termasuk prostatitis kronik dan tindakan minimal invasif pada batu ginjal, Dr. Andika juga aktif dalam penelitian dan edukasi kesehatan. Beliau memiliki sertifikasi internasional dan merupakan anggota berbagai organisasi profesi, seperti Ikatan Ahli Urologi Indonesia dan International Continence Society. Melalui akun media sosialnya, Dr. Andika berbagi pengetahuan dan informasi terkait kesehatan urologi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.