Benarkah Teh dan Kopi Bisa Memicu Batu Ginjal?

Teh dan kopi adalah minuman yang banyak dikonsumsi sehari-hari. Namun, banyak orang khawatir bahwa minum kopi dan teh dapat meningkatkan risiko batu ginjal. Hal ini dikaitkan dengan kandungan oksalat dan kafein dalam kedua minuman tersebut, yang dapat berkontribusi terhadap pembentukan batu ginjal.
Lalu, benarkah mengonsumsi kopi dan teh bisa memicu penyakit batu ginjal? Artikel ini akan mengupas fakta ilmiah di balik anggapan tersebut serta memberikan tips aman mengonsumsi teh dan kopi agar tetap sehat.
Bagaimana Teh dan Kopi Bisa Berkontribusi terhadap Batu Ginjal?
1. Kandungan Oksalat dalam Teh dan Risiko Batu Ginjal
Teh, terutama teh hitam, memiliki unsur oksalat yang tinggi. Oksalat adalah senyawa yang dapat berikatan dengan kalsium dalam urine, membentuk kristal yang lama-kelamaan menjadi batu ginjal kalsium oksalat.
Penderita batu ginjal sebaiknya menghindari makanan tinggi oksalat, seperti bayam, cokelat, dan teh hitam, atau membatasi konsumsinya. Sebagai alternatif, teh hijau memiliki oksalat lebih rendah, sehingga lebih aman dikonsumsi.
2. Efek Diuretik Kafein dalam Kopi terhadap Ginjal
Unsur kafein yang terdapat dalam kopi memiliki sifat diuretik, yang berarti dapat meningkatkan produksi urin atau mendorong pengeluaran urin. Jika tidak diimbangi dengan asupan air putih yang cukup, kondisi ini bisa menyebabkan dehidrasi, sehingga memperbesar risiko terbentuknya batu ginjal.
Namun, minum kopi dalam jumlah wajar justru dapat mencegah terbentuknya batu ginjal. Studi menunjukkan bahwa kafein dapat meningkatkan pengeluaran cairan, yang membantu mengurangi sedimentasi mineral penyebab batu ginjal.
3. Pengaruh pH Urine akibat Konsumsi Teh dan Kopi
Teh dan kopi juga berpengaruh, yang berdampak pada terbentuknya batu ginjal tertentu.
- Teh hitam dapat membuat air seni lebih asam, yang meningkatkan risiko batu ginjal asam urat.
- Kopi hitam memiliki efek yang lebih kompleks, tergantung pada cara penyajian dan komposisinya.
Baca juga: Kenali Gejala Awal Batu Ginjal Sebelum Bertambah Parah
Apakah Semua Jenis Teh dan Kopi Berisiko Sama?
1. Teh Hitam vs. Teh Hijau vs. Teh Herbal

- Teh hitam: Mengandung oksalat tinggi, lebih berisiko.
- Teh hijau: Lebih rendah oksalat, lebih aman.
- Teh herbal (seperti chamomile dan rooibos): Lebih ramah bagi ginjal.
2. Kopi Hitam vs. Kopi Instan vs. Kopi dengan Susu
- Kopi hitam: Mengandung kafein tinggi, tetapi juga memiliki senyawa pelindung ginjal.
- Kopi instan: Bisa mengandung oksalat lebih tinggi.
- Kopi dengan susu: Susu menambah asupan kalsium, yang dapat membantu mengurangi risiko batu ginjal kalsium oksalat.
Baca juga: Makanan yang Harus Dihindari untuk Cegah Batu Ginjal
Cara Konsumsi Teh dan Kopi yang Aman Bagi Ginjal
- Batasi pemakaian
- Teh hitam: Maksimal 2 cangkir sehari.
- Kopi: Tidak lebih dari 3-4 cangkir sehari.
- Pastikan hidrasi cukup
- Minum air putih setelah mengonsumsi teh atau kopi.
- Pentingnya hidrasi membantu mencegah penyakit ini.
- Kurangi gula dan susu berlebihan
- Gula berlebih meningkatkan risiko batu ginjal asam urat.
- Susu berlebih meningkatkan kadar kalsium urin.
- Pilih jenis teh dan kopi yang lebih aman
- Teh hijau atau teh herbal lebih rendah oksalat.
- Kopi rendah kafein mengurangi risiko dehidrasi.
- Kombinasikan dengan pola makan sehat
- Kurangi garam, daging merah, dan minuman bersoda.
- Perbanyak asupan sitrat dari lemon dan jeruk, yang membantu mencegah batu ginjal.
Kapan Harus Khawatir? Gejala Batu Ginjal akibat Konsumsi Teh dan Kopi Berlebihan
@theurologyexpert Jangan anggap remeh kesehatan ginjalmu!😥 Ginjal yang bermasalah sering tidak menunjukkan gejala serius di awal, tapi bisa berdampak besar pada kesehatan tubuhmu. Diskusikan kondisi kesehatan mu dengan dokter spesialis urologi kami, RS Columbia Asia Pulomas. WA : 087711009288 Website :urologyexpert.id Facebook : Urology Expert #CekGinjal #GinjalSehat #JagaKesehatan #CiriCiriSakitGinjal #SehatItuMahal #HidupSehat ♬ original sound – Urology Expert
Jika Anda menderita batu ginjal, waspadai gejalanya seperti:
- Nyeri pinggang atau nyeri saat kencing.
- Urine berwarna pekat atau berdarah.
- Mual dan muntah akibat nyeri ginjal.
- Sering buang air kecil, tetapi dalam jumlah sedikit.
Jika mengalami gejala ini, segera konsultasikan dengan dokter spesialis urologi.
Bagaimana Dokter di Urology Expert Dapat Membantu Anda?
1. Layanan Konsultasi untuk Menilai Risiko Batu Ginjal
- Evaluasi pola makan serta penggunaan kopi dan teh.
- Tes urine dan darah untuk mendeteksi potensi batu ginjal sejak dini.
2. Pemeriksaan dan Diagnosa dengan Teknologi Canggih
- USG ginjal dan CT scan untuk mendeteksi batu ginjal.
- Analisis 24 jam untuk melihat oksalat dan kalsium dalam urine.
3. Pengobatan Batu Ginjal Tanpa Operasi
- Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL): Terapi untuk menghancurkan batu ginjal dengan gelombang kejut.
- Ureteroskopi dan PCNL: Alternatif minimal invasif untuk batu ginjal berukuran besar.
4. Program Pencegahan Batu Ginjal yang Dipersonalisasi
- Rencana hidrasi dan diet adjustments untuk mengurangi risiko batu ginjal.
- Pemantauan berkala bagi penderita batu ginjal.
Baca juga: Alat Diagnosa Terkini untuk Mendeteksi Penyakit Urologi
Kesimpulan
Minum kopi dan teh dalam jumlah berlebihan bisa meningkatkan risiko batu ginjal, terutama jika tidak diimbangi dengan hidrasi cukup.
- Teh hitam lebih tinggi oksalat dibanding teh hijau.
- Kopi hitam memiliki efek diuretik, tetapi juga bisa melindungi ginjal.
- Minum air putih dan menjaga pola makan sehat dapat mencegah pembentukan batu ginjal.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
Referensi
Berikut adalah beberapa artikel jurnal yang membahas hubungan antara konsumsi teh dan kopi dengan batu ginjal:
- “Dampak diet pada pembentukan batu ginjal”[1]
- “Ekstrak Teh Daun Kopi Meningkatkan Nefropati Hiperurisemia dan Efek Negatif yang Terkait pada Mikrobiota Usus dan Metabolisme Asam Amino pada Tikus”[2].
- “Konsumsi teh dan kopi dan risiko batu saluran kemih-sebuah tinjauan sistematis terhadap data epidemiologi”[3].
- “Konsumsi teh dan kopi dan patofisiologi yang berhubungan dengan pembentukan batu ginjal: tinjauan sistematis”[4].
- “Hubungan Antara Minum Teh dan Kopi dengan Risiko Batu Ginjal Kalsium-Oksalat”[5].
- “Teh dan kopi sebagai sumber utama oksalat dalam diet pasien batu ginjal oksalat”[7].
- “Potensi daun kopi Robusta Dampit (Coffea canephora) untuk terapi batu ginjal”[8].
[1] https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC11668459/ [2] https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/37936369/ [3] https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/33458786/ [4] https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/33052484/ [5] https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/34735676/ [6] https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7793437/ [7] https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/17711092/ [8] https://www.semanticscholar.org/paper/39ed405bdfc76abcf6de3737ac00bb07635910b9
Profil Singkat :
Dr. Andika Afriansyah, SpU, Sub.SpFFN(K), MARS, FICS adalah seorang Subspesialis Urologi Perempuan dan Neurourologi di Urology Expert Medical Center. Dengan pengalaman mendalam dalam pengobatan gangguan berkemih, termasuk prostatitis kronik dan tindakan minimal invasif pada batu ginjal, Dr. Andika juga aktif dalam penelitian dan edukasi kesehatan. Beliau memiliki sertifikasi internasional dan merupakan anggota berbagai organisasi profesi, seperti Ikatan Ahli Urologi Indonesia dan International Continence Society. Melalui akun media sosialnya, Dr. Andika berbagi pengetahuan dan informasi terkait kesehatan urologi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.