Kenali Ureteroskopi (urs), prosedur medis minimal invasif untuk mendeteksi dan mengatasi masalah batu ginjal serta saluran kemih dengan evaluasi dokter urologi, termasuk penggunaan gelombang kejut.

Masalah pada ginjal dan saluran kemih dapat menimbulkan berbagai keluhan, mulai dari nyeri pinggang, gangguan buang air kecil, hingga infeksi berulang, yang mungkin memerlukan pengobatan batu. Untuk memastikan penyebab keluhan tersebut, diperlukan pemeriksaan yang akurat agar penanganan, termasuk prosedur ureteroskopi adalah prosedur pengobatan batu ginjal, dapat dilakukan secara tepat.
Salah satu prosedur medis yang digunakan untuk mengetahui dan menangani masalah pada ginjal serta saluran kemih adalah prosedur ureteroskopi, yang efektif untuk memecahkan batu. Prosedur ini memungkinkan dokter melihat kondisi saluran kemih secara langsung dengan teknik minimal invasif, sehingga membantu proses diagnosis dan terapi secara lebih optimal, termasuk menangani batu ginjal.
Apa Itu Ureteroskopi?
Ureteroskopi (urs) adalah prosedur medis minimal invasif yang digunakan untuk melihat kondisi bagian dalam saluran kemih, khususnya ureter (saluran yang menghubungkan ginjal dan kandung kemih) serta ginjal.
Pada prosedur ini, dokter menggunakan alat khusus berupa ureteroskop, yaitu selang kecil dan fleksibel yang dilengkapi kamera, untuk memasukkan ureteroskop ke dalam saluran kemih dan memecahkan batu jika diperlukan. Alat ini dimasukkan melalui saluran kemih tanpa sayatan, sehingga dokter dapat mengevaluasi kondisi saluran kemih secara langsung dan detail, termasuk adanya perdarahan dan lokasi batu.
Kapan Ureteroskopi Dilakukan?
Ureteroskopi (urs) dilakukan ketika dokter perlu mengetahui penyebab gangguan pada ginjal atau saluran kemih yang tidak dapat dipastikan hanya dengan pemeriksaan biasa, seperti adanya batu yang memerlukan lithotripsy.
Beberapa kondisi yang dapat memerlukan ureteroskopi adalah penyakit batu ginjal, termasuk batu pada saluran kemih.
- penyumbatan saluran kemih akibat ukuran batu yang besar.
- Batu ginjal atau batu ureter dapat diatasi melalui prosedur urs yang efektif.
- Nyeri pinggang yang dicurigai berasal dari saluran kemih dapat diatasi dengan prosedur ureteroskopi jika diperlukan, sebagai bagian dari pengobatan batu.
- Gangguan aliran urine dapat disebabkan oleh batu pada saluran kemih yang mungkin memerlukan prosedur ureteroskopi.
- Infeksi saluran kemih yang berulang dapat diatasi dengan prosedur ureteroskopi untuk mengeluarkan batu pada saluran kemih.
- Kecurigaan kelainan atau penyempitan saluran kemih
Prosedur ini membantu dokter menentukan diagnosis sekaligus merencanakan penanganan yang sesuai dengan kondisi pasien, termasuk kemungkinan pengobatan batu ginjal.
Prosedur Ureteroskopi
Prosedur ureteroskopi dilakukan oleh dokter spesialis urologi dengan tahapan yang terkontrol dan aman, serta meminimalkan efek samping dibandingkan dengan operasi terbuka. Secara umum, prosedur ureteroskopi meliputi:
- Pasien diberikan anestesi sesuai kebutuhan
- Ureteroskop dimasukkan melalui uretra menuju kandung kemih dan ureter untuk mengidentifikasi adanya penyumbatan.
- Dokter mengamati kondisi saluran kemih dan ginjal melalui kamera
- Jika ditemukan batu atau kelainan, dokter dapat melakukan tindakan lanjutan sesuai indikasi, termasuk mengatasi batu ginjal jika diperlukan.
Karena tidak memerlukan sayatan, prosedur ini termasuk tindakan minimal invasif.
Setelah Menjalani Prosedur Ureteroskopi
Setelah menjalani ureteroskopi, pasien dapat mengalami keluhan ringan seperti perdarahan urine.
- Rasa tidak nyaman saat buang air kecil dapat terjadi setelah prosedur ureteroskopi.
- Urine sedikit berdarah
- Frekuensi buang air kecil meningkat sementara setelah prosedur ureteroskopi, dan hal ini dapat berkaitan dengan adanya stent yang digunakan, serta pengobatan batu yang mungkin diperlukan untuk menangani batu.
Keluhan tersebut umumnya bersifat sementara dan akan membaik dengan sendirinya. Dokter akan memberikan instruksi lanjutan, termasuk anjuran minum air putih dan kontrol sesuai jadwal untuk memantau kondisi pasien setelah prosedur ureteroskopi, serta kemungkinan penggunaan stent.
Faktor yang Memengaruhi Keberhasilan Ureteroskopi
Keberhasilan ureteroskopi dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain lokasi batu dan teknik prosedur urs yang digunakan.
- Kondisi dan lokasi masalah pada saluran kemih dapat diidentifikasi dengan menggunakan sinar laser selama prosedur ureteroskopi, yang juga dapat melibatkan pengobatan batu.
- Ukuran dan posisi batu ginjal (jika ada) sangat penting dalam menentukan pengobatan batu yang tepat.
- Kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan
- Evaluasi dan penanganan yang dilakukan oleh dokter spesialis urologi seringkali melibatkan prosedur ureteroskopi untuk mengeluarkan batu saluran kemih, serta penggunaan stent jika diperlukan.
Dengan pemeriksaan yang tepat, ureteroskopi membantu dokter menentukan langkah medis terbaik bagi pasien, termasuk penggunaan laser untuk memecah batu.
Mengapa Memilih Urology Expert?
Urology Expert merupakan layanan kesehatan yang berfokus pada penanganan penyakit ginjal dan saluran kemih, termasuk prosedur lithotripsy dan extracorporeal shock wave lithotripsy untuk menghancurkan batu. Setiap pasien mendapatkan evaluasi menyeluruh oleh dokter spesialis urologi untuk menentukan prosedur ureteroskopi yang sesuai dengan kondisi klinisnya.
Pendekatan medis yang terarah membantu pasien memahami kondisi yang dialami serta pilihan penanganan yang aman dan tepat, termasuk pemeriksaan menggunakan ureteroskopi bila diperlukan untuk memecah batu.
Kesimpulan
Ureteroskopi (urs) merupakan prosedur minimal invasif yang berperan penting dalam mengetahui dan menangani berbagai masalah ginjal serta saluran kemih. Dengan pemeriksaan yang akurat, dokter spesialis urologi dapat menentukan diagnosis dan penanganan yang sesuai, termasuk penggunaan ureteroskopi untuk mengatasi batu ginjal. Konsultasi dengan dokter urologi sangat dianjurkan untuk mendapatkan evaluasi medis yang tepat sebelum mempertimbangkan operasi terbuka.
FAQ Seputar Ureteroskopi
1. Apa itu ureteroskopi
Ureteroskopi (urs) adalah prosedur medis minimal invasif yang menggunakan alat berkamera untuk melihat kondisi saluran kemih dan ginjal secara langsung, serta untuk mengatasi batu.
2. Apakah ureteroskopi termasuk tindakan operasi?
Ureteroskopi tidak memerlukan sayatan sehingga termasuk prosedur minimal invasif, bukan operasi besar, dan dapat dilakukan sebelum mempertimbangkan bedah lebih lanjut, seperti menjalani urs. operasi urs.
3. Apakah ureteroskopi terasa sakit?
Prosedur ureteroskopi dilakukan dengan anestesi sehingga pasien tidak merasakan nyeri selama tindakan berlangsung
Referensi
De Coninck, V., Keller, E. X., Somani, B., Giusti, G., Proietti, S., Rodriguez-Socarras, M., & Traxer, O. (2020). Complications of ureteroscopy: A complete overview. World Journal of Urology, 38(9), 2147–2166.
https://doi.org/10.1007/s00345-019-02918-8
Blute, M. L., Segura, J. W., & Patterson, D. E. (1988). Ureteroscopy. The Journal of Urology, 139(3), 510–512.
https://doi.org/10.1016/S0022-5347(17)42551-5
Schuster, T. G., Hollenbeck, B. K., Faerber, G. J., & Wolf, J. S. Jr. (2001). Complications of ureteroscopy: Analysis of predictive factors. The Journal of Urology, 166(2), 538–540.
https://doi.org/10.1016/S0022-5347(05)65984-1
Chow, G. K., Patterson, D. E., Blute, M. L., & Segura, J. W. (2003). Ureteroscopy: Effect of technology and technique on clinical practice. The Journal of Urology, 170(1), 99–102.
https://doi.org/10.1097/01.ju.0000069463.54050.39







