Apakah Semua Batu Ginjal Perlu Operasi?

Batu ginjal terbentuk akibat endapan mineral dan garam di ginjal yang mengkristal menjadi batu. Ukurannya dapat bervariasi, mulai dari ukuran kecil seperti pasir hingga besar yang lebih dari 2 cm. Dalam banyak kasus, batu ginjal kecil bisa dikeluarkan melalui urine tanpa perlu tindakan medis.
Namun, pada kondisi yang jarang, batu ginjal dapat menyebabkan penyumbatan saluran kemih, nyeri hebat, atau infeksi berulang yang mengancam kesehatan ginjal. Jika ini terjadi, dokter spesialis urology mungkin menyarankan operasi batu ginjal sebagai solusi terbaik. Artikel ini akan membahas tanda-tanda bahwa operasi diperlukan, jenis prosedur yang tersedia, dan bagaimana penanganan batu ginjal dilakukan.
Kapan Operasi Batu Ginjal Diperlukan?

1. Batu Ginjal Berukuran Besar (>6 mm)
Ukuran batu ginjal sangat menentukan apakah pasien bisa mengeluarkannya secara alami. Batu ginjal berukuran lebih dari 6 mm sering kali terlalu besar untuk melewati saluran kemih, sehingga tersangkut di ureter dan menyebabkan penyumbatan. Jika ini terjadi, operasi mungkin diperlukan untuk mengangkat batu ginjal atau memecah batu ginjal agar bisa dikeluarkan melalui urine.
2. Nyeri yang Tidak Tertahankan dan Tidak Mereda dengan Obat
Nyeri akibat batu ginjal bisa sangat intens, terutama jika batu menyumbat ureter atau menyebabkan peradangan. Jika rasa sakit tidak mereda meskipun sudah mengonsumsi obat pereda nyeri, dokter mungkin akan menyarankan operasi sebagai solusi untuk mengatasi batu ginjal.
3. Infeksi Saluran Kemih Berulang Akibat Batu Ginjal
Batu ginjal yang menyumbat saluran kencing bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri, yang berujung pada infeksi saluran kemih (ISK) berulang. Jika tidak ditangani, infeksi ini bisa menyebabkan komplikasi serius seperti sepsis. Dalam situasi seperti ini, tindakan operasi mungkin diperlukan untuk mengeluarkan batu ginjal dan menghilangkan sumber infeksi.
4. Gangguan Fungsi Ginjal atau Hidronefrosis
Jika batu ginjal menyebabkan hidronefrosis (pembengkakan ginjal akibat penyumbatan urine), fungsi ginjal bisa terganggu. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa berkembang menjadi gagal ginjal. Dokter spesialis urology mungkin akan menyarankan operasi batu ginjal untuk mencegah kerusakan ginjal permanen.
5. Batu Ginjal yang Tidak Bisa Dihancurkan dengan Terapi Non-Bedah
Terapi gelombang kejut untuk batu ginjal seperti ESWL, biasanya digunakan untuk memecahkan batu ginjal kecil agar bisa dikeluarkan bersama urine. Namun, beberapa batu ginjal yang berukuran besar atau keras tidak bisa dihancurkan dengan metode ini. Dalam kasus seperti ini, terkadang tindakan tambahan berupa operasi minimal invasif diperlukan.
Baca juga: Kapan Tindakan Operasi Ginjal Harus Dilakukan untuk Mengatasi batu Ginjal?
Jenis Operasi untuk Mengatasi Penyakit Batu Ginjal
Ada 4 jenis operasi batu ginjal yang umum digunakan oleh tenaga medis profesional, tergantung pada ukuran dan jenis batu ginjal, lokasi batu, serta kondisi pasien.
1. Ureteroskopi (URS)
Ureteroskopi adalah prosedur minimal invasif yang menggunakan ureteroskop (alat dengan kamera kecil) yang dimasukkan melalui uretra untuk mencapai saluran kemih. Dalam prosedur ini, dokter bisa memecah dan mengeluarkan batu ginjal menggunakan laser atau alat khusus. Metode ini cocok untuk batu ginjal berukuran sedang yang terletak di ureter atau kandung kemih.
2. ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy)
ESWL menggunakan gelombang kejut untuk memecahkan batu ginjal menjadi fragmen kecil yang bisa dikeluarkan melalui urine. Terapi ini efektif untuk batu ginjal yang berukuran kecil hingga sedang dan untuk batu yang lebih lunak. Namun, metode ini tidak selalu berhasil untuk batu ginjal berdasarkan ukuran dan kepadatannya.
3. PCNL (Percutaneous Nephrolithotomy)
PCNL adalah operasi batu ginjal yang dilakukan melalui sayatan kecil di punggung. Prosedur ini digunakan untuk mengangkat batu ginjal yang terlalu besar atau sulit diatasi dengan ESWL atau ureteroskopi. PCNL dilakukan dengan anestesi spinal atau umum dan memerlukan rawat inap beberapa hari di hospital.
4. Operasi Terbuka (Jarang Digunakan)
Pada batu ginjal yang ukurannya sangat besar atau menyebabkan komplikasi serius, dapat diatasi dengan metode operasi terbuka. Dokter akan membuat sayatan lebih besar untuk langsung mengeluarkan batu ginjal. Namun, metode ini kini jarang digunakan karena prosedur minimal invasif lebih efektif dan memiliki waktu pemulihan lebih singkat.
Baca juga: Metode ESWL Batu Ginjal: Prosedur Penghancuran Tanpa Operasi
Apa yang Harus Dilakukan Setelah Operasi Batu Ginjal?
Setelah menjalani tindakan operasi, pasien harus memperhatikan beberapa hal untuk mempercepat pemulihan dan mencegah terbentuknya batu ginjal kembali:
- Perbanyak minum air putih untuk membantu ginjal bekerja optimal.
- Hindari makanan tinggi oksalat dan garam, seperti bayam dan kacang-kacangan.
- Menjalani rawat inap jika diperlukan, terutama setelah PCNL atau operasi terbuka.
- Rutin kontrol ke dokter urologi untuk memantau kesehatan ginjal.
Baca juga: Percutaneous Nephrolithotomy: Solusi Efektif untuk Batu Ginjal
Mengapa Memilih Urology Expert untuk Penanganan Batu Ginjal?
- Tim dokter spesialis urology berpengalaman dalam menangani berbagai penyakit batu ginjal.
- Fasilitas kesehatan yang tersedia menggunakan teknologi terbaru seperti ESWL, URS, dan PCNL.
- Pendekatan personal dan konsultasi menyeluruh untuk menentukan pilihan penanganan terbaik bagi pasien.
Kesimpulan
Tidak semua batu ginjal memerlukan operasi, tetapi jika ukuran batu ginjalnya besar, menyebabkan nyeri hebat, infeksi berulang, atau gangguan fungsi ginjal, tindakan operasi mungkin diperlukan.
Terdapat 4 jenis operasi batu ginjal, mulai dari ureteroskopi, ESWL, PCNL, hingga operasi terbuka. Pemilihan metode tergantung pada lokasi batu ginjal, diameter, dan tingkat keparahan kondisi pasien. Jika Anda mengalami gejala batu ginjal yang tidak membaik, segera konsultasikan dengan Urology Expert untuk mendapatkan solusi terbaik.
FAQ tentang Operasi Batu Ginjal
Referensi
Berikut adalah beberapa sumber artikel ilmiah yang menjelaskan tanda-tanda bahwa operasi batu ginjal mungkin diperlukan:
- Batu yang terlalu besar untuk keluar dengan sendirinya atau tersangkut di dalam tabung ureter[2][7].
- Batu yang menghalangi aliran air kemih[2].
- Nyeri akibat batu ginjal yang tak tertahankan[2].
- Infeksi saluran kemih berulang yang disebabkan oleh batu ginjal[2][4].
- Batu ginjal yang mempengaruhi fungsi ginjal[7].
Jika Anda mengalami sakit perut yang menyiksa, demam, menggigil, atau perubahan pola kencing yang tiba-tiba, hal ini dapat mengindikasikan adanya penyumbatan pada saluran kemih atau infeksi, sehingga memerlukan perhatian medis segera dan kemungkinan pembedahan[3]. Gejala tambahan seperti mual dan muntah juga dapat terjadi[3].
[1] https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/kidney-stones/symptoms-causes/syc-20355755 [2] https://www.orlandohealth.com/content-hub/do-i-need-surgery-for-my-kidney-stone [3] https://www.urology.uci.edu/when_should_you_go_to_the_hospital_for_kidney_stones_kidney_stone_surgery_recovery.shtml [4] https://www.webmd.com/kidney-stones/surgery-for-kidney-stone [5] https://www.kidney.org/kidney-topics/kidney-stones [6] https://www.mountelizabeth.com.sg/health-plus/article/kidney-stone-removal-singapore [7] https://healthcare.utah.edu/urology/conditions/kidney-stones/surgery-what-to-expect [8] https://www.urologyhealth.org/urology-a-z/k/kidney-stones
Profil Singkat :
Dr. Adianti Khadijah, SpU adalah seorang spesialis urologi yang memiliki keahlian mendalam dalam berbagai bidang urologi, terutama dalam endoskopi urologi dan perawatan kesehatan urologi untuk perempuan. Dengan pengalaman yang sangat luas dalam melakukan tindakan minimal invasif, beliau telah menangani berbagai kasus batu ginjal serta gangguan saluran kemih yang kompleks. Setelah menyelesaikan pendidikan spesialis di Universitas Indonesia pada tahun 2013, Dr. Adianti melanjutkan pelatihan internasional melalui Endourology Fellowship di Cottolengo Hospital, Turin, Italy, di mana ia mendapatkan pengetahuan dan keterampilan tambahan yang sangat berharga. Sebagai anggota aktif dalam Ikatan Ahli Urologi Indonesia serta beberapa organisasi internasional lainnya, Dr. Adianti berkomitmen untuk terus meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang kesehatan urologi, dengan harapan dapat memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kualitas hidup pasiennya.