Kandung kemih turun laki-laki adalah kondisi yang masih jarang dibicarakan dan masih sangat sedikit kasusnya, padahal dampaknya terhadap kualitas hidup pria bisa cukup signifikan. Banyak pria yang mengalami gejala seperti sulit buang air kecil, aliran urine yang melemah, atau rasa mengganjal di area panggul — namun tidak menyadari bahwa kondisi ini bisa berkaitan dengan gangguan pada posisi kandung kemih. Memahami kondisi ini lebih awal adalah langkah penting untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Apa Itu Kandung Kemih Turun atau Sistokel?
Kandung kemih adalah organ yang berfungsi menampung urine sebelum dikeluarkan dari tubuh. Dalam kondisi normal, kandung kemih berada di posisi yang ditopang oleh otot dasar panggul dan jaringan ikat di sekitar area panggul. Kandung kemih turun adalah kondisi ketika kandung kemih bergeser turun dari posisi normal akibat melemahnya otot dan jaringan penopangnya.
Kondisi ini dalam istilah medis disebut sistokel atau kandung kemih turun (cystocele). Pada wanita, turunnya kandung kemih ke vagina terjadi karena dinding depan vagina ikut melemah. Pada pria, mekanismenya berbeda — kandung kemih bisa turun ke arah rektum atau menekan saluran kemih bagian bawah, terutama setelah prosedur tertentu di area panggul.
Apakah Kandung Kemih Turun Bisa Terjadi pada Laki laki?
Sistokel atau kandung kemih turun memang lebih sering terjadi pada wanita, terutama setelah persalinan normal atau saat menopause. Namun, kondisi ini juga dapat terjadi pada laki-laki, meskipun jarang. Pada pria, kasusnya sering kali berkaitan dengan kondisi khusus, seperti kebiasaan menahan kencing dalam jangka panjang atau sering mengejan saat berkemih. Dalam beberapa laporan kasus, misalnya pada pria usia 62 tahun, ditemukan vesika urinaria yang menonjol melalui dinding rektum akibat tekanan berulang. Bahkan pada kasus lain yang lebih kompleks pada pria usia 81 tahun, kandung kemih dapat keluar melalui anus akibat adanya fistula rektouretra. Penanganan kondisi ini biasanya memerlukan pendekatan multidisiplin dan teknik bedah inovatif, termasuk prosedur robotik untuk menopang kembali organ panggul.
Faktor risiko yang dapat memicu kondisi ini pada pria meliputi riwayat operasi prostat (seperti prostatektomi radikal), sembelit kronis yang menyebabkan sering mengejan, kebiasaan mengangkat beban berat, batuk kronis, kebiasaan menahan kencing, serta proses penuaan yang melemahkan otot dasar panggul. Oleh karena itu, meskipun jarang, kandung kemih turun pada pria tetap perlu diwaspadai, terutama pada usia lanjut. Mengenali faktor risiko dan melakukan penanganan sejak dini sangat penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.
Gejala Kandung Kemih Turun yang Perlu Diwaspadai
Apa yang terjadi jika kandung kemih turun? Kondisi ini menyebabkan terganggunya fungsi berkemih secara keseluruhan. Gejala kandung kemih turun yang paling umum dirasakan pasien antara lain adalah aliran urine yang melemah atau terputus-putus, rasa seperti tidak tuntas setelah buang air kecil, dan dorongan berkemih yang tiba-tiba dan sulit ditahan.
Bagaimana Anda tahu jika kandung kemih Anda telah turun pada pria? Tidak seperti pada wanita yang bisa merasakan tonjolan di area vagina, pria umumnya merasakan gejala berupa rasa penuh atau mengganjal di area panggul bagian bawah, nyeri tumpul di perut bawah, atau kesulitan memulai buang air kecil meski dorongan sudah terasa. Pada kondisi vesika urinaria yang turun cukup signifikan, pria mungkin juga harus mengejan lebih keras untuk mengeluarkan urine, atau mengalami inkontinensia — yaitu keluarnya urine tanpa disengaja saat batuk, bersin, atau berdiri.
Gejala-gejala ini tidak boleh dianggap wajar sebagai bagian dari penuaan. Kondisi turunnya kandung kemih yang tidak ditangani dapat memperburuk fungsi berkemih dari waktu ke waktu.
Tonton video tentang bagaimana batu ginjal berukuran besar dapat menyebabkan penyumbatan dan pembengkakan ginjal.
Penyebab Turunnya Kandung Kemih pada Pria
Risiko kandung kemih yang turun pada pria meningkat seiring bertambahnya usia, namun ada beberapa faktor yang mempercepat proses ini. Melemahnya otot panggul akibat operasi prostat adalah penyebab yang paling sering ditemukan pada pasien pria. Saat jaringan di sekitar vesika urinaria akibat pengangkatan kelenjar prostat mengalami perubahan, posisi kandung kemih pun dapat terdampak.
Selain itu, sembelit kronis yang membuat seseorang mengejan terlalu sering, kebiasaan mengangkat beban berat tanpa teknik yang benar, serta batuk kronis akibat rokok atau penyakit paru juga dapat memberikan tekanan berlebih yang melemahkan otot dasar panggul secara perlahan. Faktor kegemukan pun turut berkontribusi karena menambah beban di area panggul.
Diagnosis: Bagaimana Dokter Memastikan Kondisi Ini?
Diagnosis kandung kemih turun dimulai dari pemeriksaan fisik menyeluruh oleh dokter spesialis urologi. Dokter akan menilai gejala yang dikeluhkan, riwayat medis termasuk riwayat operasi, serta melakukan pemeriksaan langsung untuk menilai kondisi kandung kemih.
Untuk memastikan diagnosis dan menilai tingkat keparahannya, dokter dapat merekomendasikan tes urodinamik — yaitu serangkaian tes yang mengukur seberapa baik kandung kemih dan saluran kemih menyimpan serta mengeluarkan urine. Tes ini membantu dokter menentukan apakah kondisinya termasuk sistokel ringan yang bisa ditangani secara konservatif, atau sudah memerlukan tindakan lebih lanjut.
Kandung Kemih Turun Apa Obatnya?
Pengobatan kandung kemih turun disesuaikan dengan tingkat keparahan kondisi dan kebutuhan pasien. Pada kondisi ringan hingga sedang, pendekatan non-bedah sering menjadi pilihan pertama. Senam kegel yang dilakukan secara rutin terbukti efektif untuk memperkuat otot panggul dan meringankan gejala secara bertahap. Dokter juga dapat merekomendasikan perubahan gaya hidup seperti menghindari mengangkat beban berat, mengelola sembelit, dan menjaga berat badan ideal.
Pada kondisi yang lebih lanjut, menjalani operasi untuk mengembalikan kandung kemih ke posisi normal bisa menjadi pilihan terbaik. Prosedur ini umumnya dilakukan dengan teknik minimal invasif sehingga pemulihan lebih cepat. Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut mengenai pilihan tindakan urologis yang sesuai, Anda dapat melihat informasi promo paket layanan urologi yang tersedia untuk membantu Anda merencanakan penanganan dengan lebih mudah.
Pada wanita, pemasangan cincin pessary atau terapi hormon estrogen (terapi estrogen) juga digunakan untuk menopang kandung kemih. Namun pada pria, pendekatan disesuaikan dengan anatomi dan faktor penyebab yang berbeda.
Tonton video ini yang menjelaskan apakah kista ginjal perlu dioperasi berdasarkan kondisi medis tertentu.
Apa Ciri-Ciri ISK pada Laki-Laki yang Berkaitan dengan Kandung Kemih?
Kondisi kandung kemih yang tidak berfungsi optimal — termasuk akibat prolaps — dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih (ISK) pada pria. Urine yang tertahan lebih lama di kandung kemih menciptakan lingkungan yang memudahkan bakteri berkembang.
Apa ciri-ciri ISK pada laki-laki? Gejalanya meliputi rasa nyeri atau panas saat buang air kecil, urine yang tampak keruh atau berbau tidak sedap, frekuensi berkemih yang meningkat namun hanya sedikit urine yang keluar, serta nyeri di area panggul bawah atau punggung. Pada pria, ISK lebih jarang terjadi dibanding wanita, sehingga kemunculan gejala-gejala ini perlu segera dievaluasi oleh dokter. Mengabaikan kelainan pada sistem urinaria ini berisiko menyebabkan infeksi menyebar ke ginjal.
FAQ Kandung Kemih Turun (Sistokel)
Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?
Jangan menunda pemeriksaan jika Anda mengalami kesulitan buang air kecil yang berlangsung lebih dari beberapa hari, rasa nyeri atau tidak nyaman di area panggul yang menetap, atau menemukan darah dalam urine. Kondisi-kondisi ini memerlukan evaluasi medis segera untuk menentukan penyebab dan penanganan yang paling sesuai.
Kandung kemih turun laki-laki memang bukan topik yang sering dibicarakan, namun mengenalinya lebih awal adalah kunci untuk mencegah komplikasi yang lebih serius. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis urologi yang berpengalaman.
Butuh konsultasi atau ingin tahu lebih lanjut tentang penanganan gangguan kandung kemih? Kunjungi urologyexpert.id dan temukan solusi urologis terpercaya bersama tim dokter spesialis kami. Kesehatan saluran kemih Anda adalah prioritas yang tidak boleh ditunda.
Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan tidak menggantikan konsultasi medis profesional. Selalu diskusikan kondisi kesehatan Anda dengan dokter yang berkualifikasi.
Referensi
Kirmiz, S. W., Livingston, A. J., Luchtefeld, M. A., Brede, C. M., Noyes, S. L., & Lane, B. R. (2015). “My bladder is hanging out of my anus”: Successful Management of First Reported Case of Male Transanal Bladder Prolapse. Urology case reports, 4, 17–19. https://doi.org/10.1016/j.eucr.2015.10.010
Patel, S. D., Williams, C., Roberson, D. S., Mucksavage, P., & Smith, A. L. (2024). Transrectal bladder prolapse in a male managed with a robotic-assisted laparoscopic cystoprostosacropexy. Urology case reports, 57, 102834. https://doi.org/10.1016/j.eucr.2024.102834







