
Sering susah buang air kecil sering kali dianggap masalah sepele, apalagi jika hanya terjadi sesekali. Banyak orang mengira keluhan ini hanya akibat kurang minum, infeksi ringan, atau faktor usia. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya gangguan serius pada saluran kencing, salah satunya striktur uretra.
Striktur uretra adalah penyempitan pada saluran kencing yang membuat aliran urine menjadi melemah, tersendat, atau tidak lancar. Jika dibiarkan, penyempitan ini dapat memicu infeksi berulang hingga berdampak pada fungsi ginjal. Karena itu, penting untuk memahami penyebab, gejala, dan cara penanganannya sejak dini agar masalah buang air kecil tidak berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius.
Apa Itu Striktur Uretra?

Striktur uretra adalah kondisi penyempitan pada saluran yang berfungsi mengalirkan urine dari kandung kemih ke luar tubuh. Uretra adalah saluran yang membawa urine keluar melalui lubang di ujung penis pada pria. Secara medis, striktur uretra adalah penyempitan yang terjadi akibat terbentuknya jaringan parut di sepanjang saluran uretra, sehingga uretra menyempit dan menjadi kaku. Akibatnya, aliran urine terganggu, melemah, atau tersendat saat buang air kecil. Tingkat penyempitan uretra bisa ringan hingga berat, tergantung panjang dan lokasi jaringan parut yang terbentuk.
Ketika mengalami penyempitan saluran kemih, urine yang tersisa di kandung dapat tertahan di kandung kemih dan tidak keluar sepenuhnya. Kondisi ini dapat memicu infeksi saluran kemih dan gangguan lain pada saluran kemih. Banyak orang mengira sulit buang air hanya disebabkan oleh pembesaran prostat atau kelenjar prostat yang membesar, padahal striktur uretra juga bisa menjadi salah satu penyebabnya. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi retensi urine dan dalam jangka panjang berisiko merusak kandung kemih hingga ginjal.
Gejala Striktur Uretra yang Perlu Diwaspadai
Berikut beberapa gejala striktur uretra yang perlu dikenali sejak dini:
- Aliran urine melemah atau mengecil
Aliran urine terasa lebih kecil dari biasanya, terputus-putus, atau tidak lancar saat buang air. - Kesulitan buang air kecil
Membutuhkan waktu lebih lama untuk memulai kencing atau harus mengejan karena adanya penyempitan pada saluran uretra. - Nyeri saat buang air
Muncul rasa perih atau tidak nyaman ketika urine keluar melalui penis. - Rasa tidak tuntas setelah kencing
Kandung kemih terasa masih penuh karena urine yang tersisa di kandung tidak keluar sepenuhnya dan bisa tertahan di kandung kemih. - Sering ingin buang air kecil
Keinginan buang air meningkat akibat iritasi atau infeksi saluran kemih yang menyertai kondisi penyempitan saluran kemih. - Retensi urine
Pada striktur uretra yang sudah parah, pasien dapat mengalami retensi urine, yaitu kondisi ketika urine tidak bisa keluar sama sekali.
Jika mengalami gejala penyakit seperti di atas, terutama sulit buang air yang berlangsung terus-menerus, sebaiknya segera berkonsultasi ke tenaga medis untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.
Apa Penyebab Striktur Uretra?
Striktur uretra adalah kondisi penyempitan saluran kemih yang dapat disebabkan oleh banyak faktor. Berikut beberapa penyebabnya yang paling umum:
- Infeksi saluran kemih atau penyakit menular seksual
Infeksi yang berulang dapat menimbulkan peradangan pada saluran uretra. Peradangan yang tidak tertangani dengan baik bisa membentuk jaringan parut dan menyebabkan striktur uretra. - Cedera atau trauma pada penis dan panggul
Benturan keras, kecelakaan, atau cedera olahraga dapat merusak saluran uretra. Luka yang sembuh dapat meninggalkan jaringan parut sehingga uretra menyempit. - Penggunaan kateter dalam jangka waktu lama
Kateter yang dimasukkan ke dalam uretra untuk membantu mengalirkan urine dari kandung kemih berisiko menyebabkan iritasi. Jika terjadi luka, kondisi ini bisa menyebabkan striktur uretra. - Tindakan medis atau operasi prostat
Prosedur medis tertentu, termasuk operasi prostat atau tindakan pada saluran kemih, dapat memicu terbentuknya jaringan parut di sepanjang uretra. - Peradangan kronis pada saluran kemih
Peradangan yang berlangsung lama dapat menyebabkan penyempitan uretra secara bertahap hingga aliran urine menjadi terganggu. - Riwayat pembesaran prostat
Prostat yang membesar atau kelenjar prostat yang membesar memang lebih sering menyebabkan hambatan karena tekanan. Namun dalam beberapa kasus, kondisi ini juga dapat menjadi salah satu penyebab gangguan pada saluran uretra.
Mengetahui penyebab penyakit ini penting agar pasien dapat segera mengatasi striktur uretra sebelum terjadi komplikasi yang lebih serius, seperti retensi urine atau gangguan fungsi ginjal.
Bahaya Jika Striktur Uretra Tidak Ditangani
Striktur uretra atau striktur atau penyempitan pada saluran uretra bukanlah kondisi yang bisa dianggap ringan. Jika tidak segera mendapatkan pengobatan striktur uretra yang tepat, kondisi ini dapat berkembang menjadi lebih serius dan bahkan permanen. Berikut beberapa bahaya yang dapat terjadi:
- Retensi urine dan urine tertahan
Penyempitan membuat keluarnya urine tidak lancar sehingga urine dapat tersisa di kandung kemih. Jika terus terjadi, urine yang tersisa di kandung kemih dapat menyebabkan nyeri, pembengkakan, dan infeksi berulang. - Infeksi berulang pada saluran kemih
Urine yang tertahan menjadi media pertumbuhan bakteri. Kondisi ini memperburuk gejala yang muncul dan meningkatkan risiko komplikasi lebih lanjut. - Striktur uretra yang parah
Jika dibiarkan, dapat terjadi parah penyempitan hingga saluran benar-benar tertutup. Pada tahap ini, pasien bisa tidak dapat buang air sama sekali dan harus segera mendapatkan tindakan medis darurat. - Kerusakan kandung kemih
Tekanan akibat urine yang terus tertahan membuat kandung kemih bekerja lebih keras. Dalam jangka panjang, fungsi kandung kemih bisa melemah. - Gangguan ginjal hingga gagal ginjal
Jika tekanan dari kandung kemih terus meningkat, aliran balik dapat memengaruhi ginjal. Pada kondisi berat, komplikasi ini berisiko menyebabkan gagal ginjal. - Munculnya jaringan parut yang semakin luas
Stricture disease atau urethral stricture disease yang tidak ditangani dapat membuat jaringan parut semakin panjang dan ukuran uretra semakin menyempit, sehingga penanganannya menjadi lebih kompleks.
Karena itu, penting untuk tidak menahan buang air ketika sudah muncul tanda atau gejala gangguan. Jika mengalami sulit buang air yang menetap, segera periksakan diri. Penanganan sejak dini dapat mencegah kondisi menyempit dan membentuk ulang uretra secara alami menjadi semakin parah, serta membantu menjaga fungsi saluran kemih tetap sehat dan lakukan pemeriksaan rutin untuk mencegah komplikasi.
Pengobatan Striktur Uretra
Pengobatan striktur uretra bertujuan untuk membuka kembali bagian yang menyempit agar aliran urine lancar dan mencegah komplikasi. Pilihan treatment akan disesuaikan dengan panjang, lokasi, serta tingkat keparahan penyempitan. Sebelum menentukan terapi, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan evaluasi lanjutan untuk memastikan diagnosis.
Berikut beberapa metode pengobatan yang umum dilakukan:
1. Dilatasi atau Pelebaran Uretra
Dilatasi uretra adalah prosedur pelebaran dengan memasukkan alat khusus atau pipa elastik seukuran uretra normal secara bertahap ke dalam saluran uretra. Tindakan ini bertujuan agar saluran uretra kembali melebar sehingga urine dapat mengalir dengan baik.
Metode ini biasanya dilakukan pada penyempitan ringan hingga sedang. Namun, pada beberapa pasien yang mengalami striktur uretra berulang, tindakan ini mungkin perlu diulang.
2. Uretrotomi Internal
Uretrotomi adalah prosedur dengan memotong jaringan parut penyebab penyempitan menggunakan alat khusus. Biasanya dokter memasukkan selang kecil berkamera atau kabel kecil ke dalam uretra untuk melihat lokasi striktur secara langsung sebelum melakukan tindakan.
Teknik ini termasuk salah satu urethral stricture treatment yang cukup sering dilakukan. Meski efektif untuk kasus tertentu, risiko kekambuhan tetap ada, terutama jika jaringan parut cukup panjang.
3. Uretroplasti (Operasi Rekonstruksi)
Uretroplasti merupakan tindakan operasi untuk mengangkat jaringan parut dan membentuk kembali saluran uretra yang rusak. Pada prosedur ini, dokter dapat melakukan pelebaran sekaligus membangun ulang bagian yang menyempit agar fungsi kembali optimal.
Tindakan ini biasanya direkomendasikan pada pasien dengan striktur uretra yang panjang atau berulang. Dibandingkan prosedur lain, uretroplasti memiliki tingkat keberhasilan lebih tinggi dalam menyembuhkan striktur uretra secara jangka panjang.
4. Pemeriksaan Penunjang Sebelum Treatment
Untuk memastikan lokasi dan panjang penyempitan, dokter dapat melakukan evaluasi dengan memasukkan selang kecil berkamera ke dalam uretra. Pemeriksaan ini membantu menentukan jenis treatment yang paling sesuai dengan kondisi pasien.
Pemilihan terapi sangat bergantung pada kondisi masing-masing pasien, termasuk panjang jaringan parut dan faktor risiko yang dimiliki. Jika Anda mengalami striktur uretra dan muncul symptoms seperti aliran urine melemah atau sulit buang air, segera konsultasikan ke dokter urologi. Penanganan yang tepat sejak awal dapat mencegah komplikasi dan meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera periksakan diri ke dokter jika mengalami symptoms seperti aliran urine yang semakin melemah, sulit buang air, nyeri, atau urine yang keluar sedikit demi sedikit. Jika Anda merasa urine tertahan atau bahkan tidak bisa keluar sama sekali, kondisi ini bisa menandakan penyempitan yang serius dan memerlukan penanganan medis segera. Terlebih bila sudah pernah terkena striktur atau memiliki faktor risiko seperti riwayat infeksi, cedera, atau tindakan medis pada saluran kemih. Pemeriksaan sejak dini membantu dokter menentukan causes dan treatment yang tepat sebelum kondisi menjadi lebih parah.
Kesimpulan
Striktur uretra adalah kondisi penyempitan pada saluran uretra yang dapat mengganggu proses buang air dan berdampak pada kandung kemih hingga ginjal jika tidak ditangani. Gejala yang muncul sering kali dianggap sepele, padahal bisa berkembang menjadi komplikasi serius. Dengan diagnosis dan pengobatan striktur uretra yang tepat, peluang menyembuhkan striktur uretra akan lebih besar. Karena itu, jaga pola hidup sehat dan lakukan pemeriksaan rutin agar kesehatan saluran kemih tetap terpantau.
FAQ
1. Apa perbedaan striktur uretra dan pembesaran prostat?
Striktur uretra terjadi karena adanya penyempitan uretra akibat jaringan parut di dalam saluran. Sementara itu, pembesaran prostat adalah kondisi ketika kelenjar prostat membesar dan menekan saluran kemih dari luar. Keduanya sama-sama dapat menyebabkan penyempitan saluran kemih dan gangguan saat buang air, tetapi penyebab dan penanganannya berbeda.
2. Apakah penyempitan saluran kemih selalu disebabkan oleh infeksi?
Tidak selalu. Penyempitan saluran kemih bisa disebabkan oleh infeksi saluran kemih yang berulang, tetapi juga dapat terjadi akibat cedera, penggunaan kateter, tindakan medis, atau peradangan. Karena causes bisa berbeda-beda, pemeriksaan dokter diperlukan untuk mengetahui sumber masalahnya.
3. Apa saja symptoms yang perlu diwaspadai?
Beberapa symptoms yang umum antara lain aliran urine melemah, sulit buang air, nyeri saat buang air, hingga urine yang terasa tidak tuntas. Jika penyempitan saluran semakin berat, urine bisa tertahan dan meningkatkan risiko infeksi pada saluran kemih.







